AkhirZaman.org] Ulangan 28:13 : "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia. " Apa yang terlintas di pikiran anda ketika membaca ayat ini?
WisdomOf Life with Ps. Samuel Suruk, M.Th.Facebook PagePs. Samuel Suruk, M.Th.Instagram@samuelsurukEmailps.samuel.suruk@gmail.com
eqpXh0b. MENJADI KEPALA DAN BUKAN EKOR RHEMA HARI INIUlangan 2813 Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, Berhasil dalam pekerjaan, bersinar di dalam pelayanan, karir meningkat, itulah impian semua orang. Tidak ada seorang pun yang mau mengalami stagnasi apalagi merosot dalam karirnya. Betapa bahagianya jika pekerjaan kita berhasil, terus mendapat promosi hingga naik lebih tinggi lagi. Kita rindu selalu mengalami keberhasilan dalam semua usaha yang dilakukan, bahkan dalam setiap aspek kehidupan. Semua orang ingin berhasil membangun keluarga yang berbahagia, anak ingin berhasil di mata orang tua, orang tua ingin berhasil mendidik anak-anak, dan sebagainya. Tidak ada orang yang memimpikan kenyataannya ada orang-orang yang masih bergumul dengan hal itu. Bukannya mendapatkan promosi, tapi malah degradasi ke tingkat yang lebih rendah. Penyebabnya bisa karena berbagai hal. Ada yang mengalaminya sebagai bagian dari proses pembentukan Allah, tapi ada juga karena hal yang lain. Tapi percayalah bahwa situasi itu tidak akan terjadi untuk selamanya. Apa yang diinginkan Tuhan adalah menempatkan setiap umat-Nya menjadi kepala dan bukan ekor. Tetap naik dan bukan menjadi kepala’ memiliki makna yang sangat luas. Itu berarti kehidupan kita menjadi berkat, teladan dan membawa pengaruh yang luar biasa bagi banyak orang. Kita menjadi panutan bagi banyak orang. Ke mana kepala’ pergi, ke situ ekor’ pasti akan mengikuti. Bukan hanya berbicara soal pangkat atau kekayaan yang dimiliki oleh seseorang, melainkan kualitas hidup. Itu sebabnya kita harus terus memfokuskan hidup kita kepada Tuhan. Sebab hanya ketika hidup kita berpusat kepada Tuhan sajalah, maka promosi yang datang atas hidup kita akan bersifat kekal. Saat itulah Tuhan akan menambahkan banyak hal lain yang kita perlukan untuk kita senantiasa bisa menjadi berkat dimanapun kita ditempatkan. Rdf. RENUNGANKehendak Tuhan membawa kita MENJADI KEPALA BUKAN EKOR. APLIKASI Menurut Anda, mengapa Tuhan rindu membawa kita menjadi kepala dan bukan ekor?Apa dampak yang akan kita rasakan ketika Tuhan menjadikan kita kepala?Apa komitmen Anda agar kehendak Tuhan menjadikan kita kepala sungguh-sungguh terjadi dalam hidup Anda? DOA UNTUK HARI INI“Ya Bapa, kami percaya firman-Mu adalah ya dan amin. Kalaupun saat ini situasi kami tidak sesuai harapan kami, tetapi kami percaya rencana-Mu pasti tergenapi dalam hidup kami. Yaitu agar kami menjadi kepala dan bukan ekor. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
[ Ulangan 2813 “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia. “ Apa yang terlintas di pikiran anda ketika membaca ayat ini? Apakah anda membayangkan anda berada di suatu posisi yang bagus dalam pekerjaan anda? Ataukah Anda dipercayakan memimpin suatu organisasi? Tidak ada yang salah dengan hal itu. Kita tahu bahwa dalam Alkitab ada beberapa kisah dimana Tuhan mempercayakan hamba-hamba-Nya untuk memegang suatu posisi tertentu. Contohnya, Daniel dan teman-teman, Yusuf, dan beberapa tokoh Alkitab lainnya. Namun, saya ingin mengajak saudara untuk melihat makna yang lebih dalam mengenai apa yang ingin Tuhan katakan kepada kita. Kalau kita melihat di dalam buku Yesaya 2810, kita akan menemukan prinsip bagaimana untuk mempelajari Alkitab. “Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu! “ Yesaya 2810 . Namun dalam bahasa Inggris, dikatakan seperti ini “Aturan demi aturan, kalimat demi kalimat, disini sedikit, disana Artinya adalah bilamana kita ingin mengetahui makna dari suatu ayat, maka kita harus membandingkannya dengan ayat lainnya. Dan didalam Filipi 26, dikatakan bahwa “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,†ayat ini berbicara mengenai Yesus, dan kemudian dilanjutkan di ayat yang ketujuh, “ melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan Yesus, yang merupakan Pemimpin, mau merendahkan diri dan menjadi sama dengan manusia. Pertanyaannya adalah, konsep apa yang sebenarnya Alkitab ingin katakan kepada kita? Bilamana kita bandingkan dengan Ulangan 28 13 di atas, terkesan seperti ada pertentangan. Mari kita selidiki lebih lanjut. Di Ulangan pasal yang ke 28 ayat 13, ada dua unsur yang disebutkan disana, yaitu Kepala dan ekor. Merupakan bagian yang paling awal dan paling akhir dari susunan tubuh makhluk hidup. Jadi, ada tubuh yang memiliki kepala dan ekor. Lalu apa maknanya? Dalam Alkitab, tubuh adalah lambang dari jemaat. Kita boleh membaca di dalam Roma 12 5 “demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang Lalu jika tubuh adalah jemaat, lalu siapa kepala dari jemaat itu? Efesus 122 “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada .†Dan di dalam Efesus 523 “karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan Jadi, kita bisa melihat, bahwa kepala adalah Kristus sendiri. Lalu selanjutnya bagaimana dengan ekor? Dalam Wahyu 124 dikatakan bahwa “Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas Setan, yang dilambangkan dengan naga, menyeret sepertiga malaikat di surga dengan “ekorâ€. Yesaya 914 “Tua-tua dan orang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan DUSTA, itulah Pada akhirnya kita bisa pahami bahwa ekor memiliki arti dusta, dan kita tahu bahwa Setan adalah “bapa segala dusta“ Yohanes 844 dan ia menyeret malaikat-malaikat itu dengan dusta. Kesimpulannya adalah, Tuhan rindu agar kita boleh menjadi seperti Kristus, dalam perkataan, pemikiran dan perbuatan kita, bukan menjadi ekor, yaitu memiliki tabiat Setan, yaitu dusta. Bagaimana kita supaya menjadi seperti Kristus? “ mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu… kau lakukan dengan setia “ Ulangan 2813 . Belajar firman dan menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan firman itu. Mari kita luangkan waktu untuk mendengarkan firman Tuhan, mempelajarinya, dan minta kuasa Tuhan agar firman itu berbuah dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga karakter kita boleh menjadi seperti Kristus.
RHEMA HARI INI Ulangan 2813 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkaumendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari inikaulakukan dengan setia, Hari itu mendung gelap sudah menggantung sejak pagi, Linny hanya bisa berharap nanti malam tidak turun hujan. Telah seminggu penuh, hujan turun hampir sepanjang hari, usaha kuliner Linny jadi sepi pengunjung. Hal ini masih ditambah dengan diberlakukannya lagi PSBB, jalan-jalan jadi lengang karena banyak orang memilih tetap di rumah saja. Suasana hati Linny jadi ikut kelabu, rasanya jadi tidak semangat untuk bekerja. Ibu Linny yang mengetahui hal ini, berusaha menghibur, “ Tidak apa-apa Lin, semua juga merasakan hal yang sama. Memang ini saatnya semua sedang lesu. Bersabar saja ya.” Apa yang dikatakan ibu Linny memang ada benarnya. Dampak pandemi dan krisis ekonomi dirasakan oleh hampir semua masyarakat dan semua jenis usaha. Akan tetapi kita harus sadar bahwa ada satu dimensi berkat Tuhan yang bisa membawa kita untuk diberkati di semua musim. Ada berkat sangat spesial yang akan Tuhan curahkan dalam hidup setiap kita, yaitu dalam situasi seperti apapun Tuhan mau membawa kita tetap naik dan bukan turun. Ini bukanlah jenis berkat yang kadang naik kadang turun, tetapi terus naik dan terbang tinggi bagai rajawali. Belajar dari kisah Yusuf, yang walaupun nasip seakan tak berpihak kepadanya, namun Yusuf tak pernah menyerah akan janji Tuhan. Karena itulah berkat Tuhan juga tak pernah meninggalkan Yusuf, selalu ada pertolongan Tuhan yang ajaib dalam setiap musim kehidupan Yusuf. Inilah berkat semua musim yang ingin Tuhan berikan bagi kita semua. Walaupun seolah keadaan kita saat ini tengah terjepit, walaupun seolah bisnis atau pekerjaan kita tidak ada harapan lagi, tetapi berkat Tuhan akan selalu memelihara kita. Akan ada campur tangan Tuhan yang membuat kita bisa tetap naik meskipun situasi dunia sedang tidak baik. Jika kita baik-baik mendengarkan perintah Tuhan, menangkap dan memegang erat setiap rhema yang Tuhan sampaikan melalui gereja kita, maka Tuhan akan menjadikan kita kepala dan bukan ekor. Tangan Tuhan yang akan mengangkat kita terus naik dan bukan turun dalam setiap musim kehidupan yang kita lalui. PF RENUNGAN Dalam SITUASI APA PUN, Tuhan mau membawa kita TETAP NAIK dan bukan turun. APLIKASI 1. Menurut Anda, apa yang Tuhan inginkan bagi setiap anak-anakNya? 2. Pertolongan Tuhan apa yang pernah Anda dapatkan ketika Anda sedang sangat membutuhkannya? 3. Apa yang harus Anda lakukan agar Tuhan bisa membawa Anda tetap naik dan bukan turun? DOA UNTUK HARI INI Tuhan Yesus, kami teramat percaya bahwa rencana-Mu besar bagi setiap kami. Engkau ingin agar kami anak-anakMu tetap naik dan bukan turun dalam situasi apapun. Kami mau pegang erat janji-Mu Tuhan, dan kami akan terus berusaha mengerjakan apa yang ada di tangan kami saat ini sebaik mungkin. Kami percaya, berkat-Mu ada dalam setiap musim kehidupan kami. Terimakasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Posted on 03/04/2022 In QnA Ditulis oleh Pdt. Yakub Tri Handoko Leave a comment Salah satu janji Allah yang akrab di telinga banyak orang Kristen adalah ini “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun” Ul. 2813a? Beberapa gereja menjadikan teks ini sebagai bagian dari doa berkat atau doa yang lain dalam ibadah. Beberapa orang Kristen bahkan mengucapkan kalimat ini di pagi hari sebelum melakukan aktivitas lainnya. Mereka meyakini bahwa setiap anak Tuhan pasti akan menjadi kepala. Lebih lanjut, mereka memahami kepala di sini dalam arti jabatan posisi pemimpin, prestasi juara dalam kompetisi, popularitas terkenal, maupun kemakmuran kaya raya, bukan sekadar cukup. Dengan konsep semacam ini tidak heran Ulangan 2813 menjadi salah satu janji paling favorit bagi orang-orang Kristen. Apakah teks ini memang harus ditafsirkan demikian? Benarkah setiap orang Kristen akan menjadi kepala di mana saja dia bersekolah, berlomba maupun dan bekerja? Pembacaan Alkitab yang teliti dan penggunaan logika sederhana sudah memadai untuk mengetahui kekeliruan dalam konsep populer di atas. Pertama, ayat ini seharusnya dipahami secara komunal, bukan personal. Janji-janji di pasal 28 ditujukan kepada seluruh bangsa Israel. Kata ganti yang digunakan di sana adalah maskulin singular, yang menyiratkan bangsa Israel secara keseluruhan. TUHAN sedang berbicara kepada mereka dalam kapasitas mereka sebagai umat yang dikuduskan oleh dan untuk Tuhan 289. Ini juga sesuai dengan salah satu berkat yang dijanjikan, yaitu negeri Kanaan 288, 11. Konsep populer tentang janji-janji ini lebih ke arah personal individualistis. Setiap orang Kristen akan dijadikan kepala. Ini jelas tidak sesuai dengan maksud teks. Kedua, kepala dan ekor dikontraskan dengan bangsa-bangsa lain. Sejak awal pasal 28 Musa sudah mengatakan “TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi” Ul. 281. Di bagian selanjutnya dikatakan “Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu” Ul. 2810. Dalam konteks posisi bangsa Israel di antara bangsa-bangsa inilah janji di ayat 13 diberikan. Konsep populer tentang Ulangan 2813 mendorong orang-orang Kristen untuk mengontraskan dirinya secara personal dengan siapa saja yang ada di sekelilingnya entah di sekolah, pekerjaan atau perlombaan. Mereka bahkan tidak memperhitungkan bahwa di sekeliling mereka juga ada banyak orang Kristen. Ketiga, istilah “kepala” harus dipahami secara figuratif dan benar. Apa arti “menjadi kepala dan bukan ekor”? Konteks Ulangan 28 memberikan petunjuk yang berharga. Secara konsisten ungkapan “kepala – ekor” dihubungkan dengan memberi/menerima pinjaman. Sebelum ungkapan ini muncul, Allah berjanji “engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman” 2812b. Dalam pemaparan tentang kutuk yang akan menimpa bangsa Israel jika mereka melanggar perintah-perintah TUHAN, Musa berkata “Ia akan memberi pinjaman kepadamu, tetapi engkau tidak akan memberi pinjaman kepadanya; ia akan menjadi kepala, tetapi engkau akan menjadi ekor” 2844. Berdasarkan konteks pinjam – meminjam ini, kita sebaiknya memahami “kepala – ekor” dalam arti kebebasan untuk mengatur hidup sendiri. Menjadi kepala berarti menjadi penentu atau pengatur, ekor hanya mengikuti saja apa yang menjadi kemauan kepala. Seperti itu juga orang yang terlilit oleh hutang. Dia menjadi ekor yang hanya mengikuti kemauan orang lain yang memberikan pinjaman kepala. Makna ini juga diteguhkan oleh pemunculan ungkapan “kepala – ekor” di bagian Alkitab yang lain. Yesaya 914-15 menyebutkan tua-tua dan orang-orang yang terpandang sebagai kepala, sedangkan para nabi palsu sebagai ekor. Baik kepala maupun ekor akan dihukum oleh TUHAN. Para nabi seharusnya yang menjadi kepala. Mereka yang menyampaikan isi hati TUHAN, sedangkan raja, para pemimpin, dan seluruh rakyat hanya mengikuti dia saja. Ironisnya, kondisi umat TUHAN justru terbalik. Nabi-nabi kehilangan suara kenabian dan hanya mengekor pihak yang berkuasa. Terakhir, pandangan populer tentang Ulangan 2813 tidak mungkin terpenuhi. Penafsiran populer yang terlalu individualistis pasti menimbulkan banyak kesulitan. Jika menjadi kepala artinya menjadi nomor satu, bagaimana dengan murid-murid Kristen di sekolah Kristen? Bagaimana dengan suatu perlombaan yang diikuti oleh anak-anak Tuhan? Siapa di antara mereka yang akan menjadi kepala dan ekor? Lalu bagaimana dengan banyak orang Kristen yang menjadi karyawan biasa di suatu perusahaan? Apakah itu berarti mereka tidak menerima janji ini? Penafsiran populer hanya memberi ruang bagi orang-orang tertentu saja yang jumlahnya sangat sedikit. Penafsiran yang terlalu personal justru bisa memberi kesan bahwa TUHAN tidak memegang janji-Nya, karena jumlah orang Kristen yang menjadi kepala menurut pandangan populer jauh lebih sedikit daripada yang tidak menjadi kepala. Banyak sekali anak-anak TUHAN yang popularitas, karir dan prestasinya biasa-biasa saja. Lalu bagaimana kita sebaiknya memahami janji TUHAN di Ulangan 2813? Sekali lagi, kata kuncinya adalah komunal. Jika anak-anak TUHAN secara komunal mengasihi dan menaati TUHAN, orang-orang Kristen akan memiliki kapasitas untuk memengaruhi banyak orang, bahkan dunia ini. Kita akan dimampukan untuk merembeskan nilai-nilai kerajaan Allah dan keindahan Injil dalam beragam aspek kehidupan. Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali oleh semua bangsa. Soli Deo Gloria. Photo by Ben White on Unsplash
Bahan renungan Ulangan 2813a TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun … Menjadi kepala adalah bagian kita di dalam Kristus. Tuhan ingin Anda menjadi yang terbaik dalam segala hal. Bukan nomor dua atau tiga, tetapi menjadi yang pertama. Tuhan ingin Anda menjadi kepala dalam segala hal yang Anda kerjakan. Dia ingin mengangkat Anda setinggi mungkin. Baca juga SEPANJANG HARI TUHAN MENGULURKAN TANGAN. JANGAN MENOLAKNYA! Itu sebabnya, Tuhan menyediakan jalan yang paling aman dan paling cepat bagi Anda untuk menjadi kepala, yaitu jalan-jalan-Nya. Saat Anda memilih jalan-jalan yang dunia tunjukkan, mungkin seolah terlihat cepat, tetapi Firman Tuhan katakan ujungnya adalah kebinasaan. Memiliki iman kepada Kristus, sama artinya kita memilih untuk hidup dalam jalan-jalan Tuhan dan meninggalkan jalan hidup kita yang salah. Dalam Alkitab, setiap kali orang memilih percaya kepada Kristus, dalam sekejap hidup mereka diubahkan. Salah satunya wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun Markus 525-29. Selama 12 tahun, dia mencoba berbagai tabib untuk sembuh, tetapi keadaannya semakin memburuk. Namun, di saat dia memegang mendekat kepada Yesus dan jumbai jubah-Nya, seketika itu juga dia sembuh. Haleluya. Teman, jalan-jalan Tuhan adalah jalan terbaik bagi setiap orang percaya. Tuhan ingin Anda menjadi kepala, garam dan terang dunia, dan berkelimpahan, tetapi dengan cara-Nya, bukan cara dunia. Ini artinya kita perlu menjadi kebenaran Firman Tuhan sebagai dasar untuk mengambil setiap keputusan dalam hidup kita. Setiap ada tawaran atau kesempatan akan sesuatu, Anda perlu terlebih dahulu melihat kepada kebenaran. Jika hal tersebut sesuai dengan kebenaran, lakukan; tetapi jika tidak, tinggalkan. Baca juga IBLIS BUKAN LAWAN YANG SEBANDING DENGAN ANDA Saya berikan contoh. Anda ditawari sebuah pekerjaan dengan gaji sangat besar dan fasilitas bagus. Namun, jika Anda bekerja di situ, Anda tidak memiliki waktu lagi untuk pergi ke gereja dan persekutuan. Berdasarkan Ibrani 1025, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita …” sebaiknya Anda tolak tawaran tersebut. penulis mistermuryadi
jadi kepala bukan ekor